Make your own free website on Tripod.com

NICE OUR PHOTOS

Renungan

Home
About Me
Oblation
Photo Album
Fany Photos
Retreat
Works Photo Album
Other
Education
You Fothos
Renungan

Here are some pictures from a recent vacation I took.

Gondolas in Venice; Size=240 pixels wide

KOMUNIKASI DALAM KELUARGA

 Tulisan ini dari Sdr. AwenKandidat Ketua HSM Periode mendatang, VOTE FOR AWEN Untuk yang lagi Pacaran silahkan ganti kata "Keluarga" dengan kata "Pacaran"

Hai isteri, tunduklah pada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. – Efesus 5 : 22-25

Komunikasi dalam keluarga adalah kesiapan membicarakan dengan terbuka setiap hal dalam keluarga baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Juga siap menyelesaikan masalah-masalah dalam keluarga dangan pembicaraan yang dijalani dalam kesabaran dan kejujuran serta keterbukaan.

Fungsi Komunikasi dalam Keluarga

  1. Memberi pengertian bagi pasangan tentang hal-hal yang disukai dan hal-hal yang tidak disukai.
  2. Mengungkapkan pandangan masing-masing tentang bagaimana menurut pendapatnya mengenai masalah-masalah yang terjadi.
  3. Memberi pengertian yang lebih dalam tentang siapa sebenarnya pasangannya.
  4. Mempererat kasih dan kepercayaan dalam keluarga.

8 Hukum Komunikasi

(Belajar dari Ayub 32-33 Tentang Elihu)

1. Jangan cepat mengeluarkan perkataan (6-7) Lalu berbicaralah Elihu bin Barakheel,orang bus itu: "Aku masih muda dan kamu sudah berumur tinggi, oleh sebab itu aku malu dan takut mengemukakan pendapatku kepadamu. Pikirku; Biarlah yang sudah lanjut usianya berbicara, dan yang sudah banyak jumlah tahunnya memaparkan hikmat.

2. Pastikan selalu dalam pimpinan Roh Allah (8-9) Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian. Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan.

3. Pastikan lawan bicara dalam kondisi siap mendengarkan (33:1-2) "Akan tetapi sekarang, hai Ayub, dengarkanlah bicaraku, dan bukalah telingamu kepada segala perkataanku. Ketahuilah , mulutku telah kubuka, lidahku di bawah langit-langitku berbicara.

4. Bicara dengan hati yang tulus (33:3-4)Perkataanku keluar dari hati yang jujur, dan bibirku menyatakan dengan terang apa yang diketahui. Roh Allah telah membuat aku, dan nafas yang Mahakuasa membuat aku hidup.

5. Tidak merendahkan (33:6) , tidak menyanjung-nyanjung (32:21) Sesungguhnya, bagi Allah aku sama dengan engkau, akupun dibentuk dari tanah liat. Aku tidak memihak kepada siapapun dan tidak akan menyanjung-nyanjung siapapun.

6. Berani menegur (33:12) Sesungguhnya, dalam hal itu engkau tidak benar, demikian sanggahannku kepadamu, karena Allah itu lebih dari pada manusia.

7. Bicara Firman (33:14-16) Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaringdi atas tempat tidur, maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran.

8. Memberi kesempatan pada lawan bicara (33:31-32) Perhatikanlah, hai Ayub, dengarkanlah aku, diamlah aku yang berbicara. Jikalau ada yang hendak kaukatakan, jawablah aku; berkatalah, karena aku rela membenarkan engkau mendengarkan aku; diamlah, aku hendak mengajarkan hikmat kepadamu."

WARNING.....!!!!! Keluarga yang gagal berkomunikasi dengan terbuka, jujur dan dalam kesabaran adalah keluarga yang berada "di sisi jurang." Selamatkanlah keluarga tersebut dengan mengembalikan komunikasi dalam keluarga. Komunikasi menempati sebagian besar pengalaman manusia – tidak hanya dengan orang lain , tapi juga dengan diri sendiri.

ORANG KETIGA DALAM KELUARGA

.....Berkatalah perempuan itu kepada suaminya;"Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus. Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh disana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk kesana."..... -- II Raja-raja 4:8-17

Orang ketiga dalam keluarga sering kali tdak dapat dihindari, bisa saja dalam bentuk pembantu atau baby sitter, bisa juga anggota-anggota keluarga yang tinggal dalam rumah secara menetap, dapat juga yang hanya pada waktu-waktu tertentu. Atau juga orang-orang yang berhubungan dengan kehidupan suami-isteri dapat saja bos, sekretaris, rekan kerja, dan lain-lain. Tujuan kehadiran orang ketiga adalah untuk membuat kehidupan ini menjadi lebih mudah dan lebih efisien dan lebih maju. Namun cukup sering terjadi justru permasalahan timbul pada orang ketiga. (Bandingkan, Kej 16: 1-4)

Gangguan Orang Ketiga Kehadiran orang ketiga biasanya dapat berubah menjadi gangguan, jika :

1. Kasih mulai dingin.

2. Tidak lagi saling menghargai.

3. Terlalu sering mencari-cari kesalahan pasangan.

4. Kata-kata pujian dan kata-kata kemesraan mulai jarang.

5. Kebosanan dan kejenuhan.

6. Merasa pasangan terlalu mengekang dan cemburu.

7. Merasa tidak dihargai oleh pasangan.

8. Merasa pasangan tidak "sehebat" orang ketiga tersebut.

Bahaya Orang Ketiga Persoalannya seringkali jika seorang suami "tergoda"selalu berkata,"ah, enggak koq," "gak ada apa-apa" namun jika tidak cepat ambil tindakan tegas dapat berakibat :

1. Kecurigaan dan kecemburuan terhadap pasangan.

2. Mulai selalu melihat kekurangan pasangan bahkan timbul kebencian terhadap pasangan.

3. Perselingkuhan, bahkan hingga terjadi hubungan sex.

4. Retaknya rumah tangga, bahkan tidak sedikit yang berakhir dengan perceraian.

Langkah-langkah Perselingkuhan Kekaguman. Ketertarikan. Semakin mendekat. Merasa tidak bisa jauh. Merasa dimengerti, diperhatikan dan dapat membicarakan masalah-masalah pribadi. Tidak bersifat tegas.

WARNING.....!!!!! Pasangan kita adalah "teman pewaris" Kerajaan Allah. Belajarlah bersifat tegas. Pandanglah positif, pasangan anda. Jujurlah dalam segala hal. Hangatkan cinta dalam keluarga. Lebih baik menanyakan dan menerima resiko malu daripada harus hidup dalam ketidaktahuan.

A family on vacation; Size=180 pixels wide

PIRING PERSEMBAHAN
Tetap setia ! Tuhan akan mengubah dan memutar balikkan segalanya
"After 6 beers",.. Tepat pada waktu TUHAN
 
Mungkin saat ini kita merasa jemu dalam melayani Tuhan, tidak ada suka cita, tidak ada pujian, tidak ada sesuatu yang istimewa, jangankan sebuah mujizat kecil yang terjadi dalam doa kita, sebuah angan-angan bahwa "Tuhan itu hidup" saja tidak pernah kita pikirkan, semuanya berjalan "biasa-biasa saja" kalau tidak mau disebut "membosankan", namun cerita ini menyadarkan aku secara Pribadi bahwa Tuhan mampu mengukir prestasi pelayanan kita melalui tangan orang lain. Jangan lelah bekerja diladang Tuhan, bahkan ketika semuanya terasa biasa-biasa saja atau mungkin mengecewakan, karena kita baru saja menyelesaikan satu tendangan umpan terbaik bagi "Top Score", Tugas kita bukanlah menghasilkan sesuatu yang spektakuler didalam Tuhan !, Tugas kita adalah TETAP SETIA didalam Tuhan
 
Aku pernah membaca sebuah email tentang seorang Pastor dari gereja kecil di pedesaan Skotlandia. Ia telah dipaksa keluar oleh para penatua di gerejanya karena dianggap tidak menghasilkan buah dari pelayanannya. Desa tempat pastor itu melayani merupakan tempat yang sulit. Penduduk desa itu bersikap dingin dan memusuhi kebenaran. Selama pelayanan sang pastor di desa tersebut, tidak terjadi pertobatan maupun baptisan. Namun, pstor itu mengingat kembali satu respons positif terhadap khotbahnya.

Suatu ketika piring persembahan diedarkan dalam Perayaan Ekaristi dan seperti biasa, tidak ada yang tergerak untuk mempersembahkan sesuatu, namun tiba-tiba seorang anak laki-laki  meletakkan piring itu di lantai, lalu berdiri di atasnya. Saat diminta menjelaskan mengapa ia melakukan hal itu, anak itu menjawab bahwa ia berbuat demikian karena sangat tersentuh oleh kehidupan sang pastor. Dan karena ia tak punya uang untuk dipersembahkan, ia ingin memberi diri sepenuhnya bagi Allah.

Anak kecil yang berdiri di atas piring persembahan itu adalah Bobby Moffat, orang yang pada tahun 1817 menjadi pelopor utusan Injil di Afrika Selatan. Ia dipakai Allah secara luar biasa untuk menjamah kehidupan banyak orang. Padahal semua ini dimulai dari gereja kecil tersebut dan kesetiaan pelayanan pastor yang tidak dihargai itu. Mungkin Anda tidak melihat buah pekerjaan Anda bagi Tuhan. Namun, tetaplah setia! Jangan menjadi tawar hati. Sebaliknya, mintalah supaya Allah menguatkan Anda dengan kuasa-Nya (2 Korintus 4:1,7). Dia akan memberikan tuaian sesuai dengan waktu dan jalan-Nya jika Anda tidak berputus asa (Galatia 6:9) --David Roper
 
TUAIAN YANG MELIMPAH MEMBUTUHKAN PELAYANAN YANG SETIA
 

A family on vacation; Size=180 pixels wide

Here I'll describe another picture from my vacation.

Gondolas in Venice; Size=240 pixels wide

Here I'll describe another picture from my vacation.